Header ads

ANTARA MANISNYA COKLAT VALENTINE DAN PAHITNYA KEKUFURAN

azdinawawi Sabtu, 10 Februari 2018 0

ANTARA MANISNYA COKLAT VALENTINE DAN PAHITNYA KEKUFURAN

Imam Abu Hafs Al-Kabiir mengatakan, "Apabila seorang hamba menyembah Allah selama 50 tahun. Kemudian datanglah perayaan Nairuz, lalu orang tersebut menghadiahkan telur kepada sebagian kaum musyri
kin sebagai bentuk pengagungan terhadap hari itu, maka dia telah kafir dan terhapuslah semua amalnya.

Pemilik kitab Jaami' Al-Ashghar menyebutkan, "Jika seseorang menghadiahkan sesuatu pada muslim yang lain di hari Nairuz tanpa bermaksud mengagungkan hari itu, tapi karena terbawa arus kebiasaan masyarakat, maka hal ini tidak membuat pelakunya kafir, hanya saja tidak selayaknya dia melakukan perbuatan tersebut pada hari itu, baik sebelum atau sesudahnya. Yang demikian itu agar dia terhindar dari perbuatan menyerupai mereka (non muslim pent.) pada apa-apa yang menjadi kekhususan mereka. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum itu".

Di dalam Jaami' al ashgar juga disebutkan,

"Apabila seseorang membeli sesuatu yang biasa dibeli orang-orang kafir pada hari Nairuz, padahal sebelumnya dia tidak pernah membeli barang tersebut. Jika dia membelinya sebagai bentuk pengagungan terhadap hari tersebut sebagaimana halnya orang-orang musyrik mengagungkan hari itu, maka dia telah kafir. Namun jika dia membelinya untuk kebutuhan makan dan minum, maka dia tidak divonis kafir.

(lihat: Al bahrur Raaiq Syarh kanzuddaqaaiq jilid 8/555)

Catatan:

Tidak boleh memberi atau menerima hadiah apapun yang berkaitan dengan perayaan non muslim. 
Wajib bagi setiap muslim menolak hadiah tersebut dengan cara yang baik disertai penjelasan bahwa merayakan hari-hari yang diagungkan non muslim merupakan perkara yang di larang dalam agama.

Wallahu a'lam 

_____________
Madinah 24-04-1436 H
ACT El Gharantaly




APABILA LANGIT MENDUNG, APAKAH MELAKSANAKAN SHALAT GERHANA?

azdinawawi Kamis, 08 Februari 2018 0

Source : ahsan_collection
APABILA LANGIT MENDUNG, APAKAH MELAKSANAKAN SHALAT GERHANA?
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullāh,
Tanya :
“Apa hukumnya jika matahari terhalangi mendung. Sementara telah disebarkan di media bahwa akan terjadi gerhana pada jam sekian sekian. Apakah tetap melaksanakan shalat gerhana walaupun gerhananya tidak terlihat?”
Jawab :
Tidak boleh melaksanakan shalat gerhana karena bersandar kepada berita yang tersebar di media, atau berita yang disebutkan oleh para ahli hisab/astronomi, ketika langit mendung dan gerhana tidak terlihat.
Karena Nabi ﷺ mengaitkan hukum dengan ru'yah. Nabi ﷺ bersabda,
(فإذا رأيتموهما فافزعوا إلى الصلاة)
“Apabila kalian melihatnya maka bersegeralah melakukan shalat.”
Suatu yang mungkin, bahwa Allāh menyembunyikan gerhana dari satu kaum tertentu saja, tidak pada semuanya, karena ada suatu hikmah yang Dia kehendaki.“
Majmu’ Fatawa,16/309.

KETIKA ISTERI CEREWET

azdinawawi 0

Wahai para suami ketika isteri anda sedang bawel dan cerewet diamlah. 
Teladani akhlak mulia seorang ulama berikut ini:

تاريخ الإسلام للإمام الذهبي - (ج 44 / ص 490)
وكانت له جارية تؤذيه بخُلُقها فما كان يقول لها شيئاً، وكذلك غيرها من نسائه.
 وسمعت البهاء عبد الرحمن يقول: لم أر فيمن خالطت أجمل منه، ولا أكثر احتمالاً.

Ibnu Qudamah (penulis kitab al-Mughni dll) itu memiliki seorang budak perempuan 

yang suka menyakiti beliau dengan perilaku. Beliau respon gangguan tersebut dengan 
diam dan tidak berkomentar apapun. Demikian pula sikap beliau terhadap gangguan 
isteri-isterinya. Al-Baha’ Abdurrahman mengatakan, “Dari orang-orang yang aku 
berinteraksi dengannya aku belum pernah berjumpa laki-laki yang lebih ganteng 
dan lebih sabar dalam menghadapi sikap-sikap yang tidak menyenangkan 
dibandingkan beliau, Ibnu Qudamah”
[Tarikh al-Islam karya adz-Dzahabi 44/490].