Header ads

MELIHAT TEMAN DEKATNYA

azdinawawi Sabtu, 04 November 2017 0

MELIHAT TEMAN DEKATNYA

Al-Auzaa'iy rahimahullah berkata:
مَنْ سَتَرَ عَلَيْنَا بِدْعَتَهُ، لَمْ تَخْفَ عَلَيْنَا أُلْفَتُهُ
"Barangsiapa yang menyembunyikan bid'ahnya kepada kami, (tetap saja) tidak akan samar bagi kami pertemanannya" [Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al-Ibaanah, 1/144 & 160].
Mu'aadz bin Mu'aadz pernah berkata kepada Yahyaa bin Sa'iid :
يَا أَبَا سَعِيدٍ، الرَّجُلُ وَإِنْ كَتَمَ رَأْيَهُ لَمْ يَخْفَ ذَاكَ فِي ابْنِهِ، وَلا صَدِيقِهِ، وَلا فِي جَلِيسِهِ
"Wahai Abu Sa'iid, meskipun seseorang dapat menyembunyikan pemikirannya, namun tidak tersamar hal tersebut pada anaknya, teman dekatnya, dan teman duduknya" [idem, 1/160].
Abu Bakr bin Khalaad Al-Baahiliy rahimahullah berkata:
سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ الْقَطَّانَ، يَقُولُ: لَمَّا قَدِمَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ الْبَصْرَةَ جَعَلَ يَنْظُرُ إِلَى أَمْرِ الرَّبِيعِ، يَعْنِي ابْنَ صُبَيْحٍ، وَقَدْرِهُ عِنْدَ النَّاسِ، سَأَلَ: أَيُّ شَيْءٍ مَذْهَبُهُ؟ قَالُوا: مَا مَذْهَبُهُ إِلا السُّنَّةُ؟ قَالَ: مَنْ بِطَانَتُهُ.
قَالُوا: أَهْلُ الْقَدَرِ؟ قَالَ: هُوَ قَدَرِيٌّ.
Aku pernah mendengar Yahyaa bin Sa'iid Al-Qaththaan berkata : Ketika Sufyaan Ats-Tsauriy tiba di Bashrah, ia memperhatikan perkara Ar-Rabii' bin Shubaih dan kedudukannya di sisi orang-orang. Ia bertanya : "Apa madzhabnya ?". Orang-orang menjawab : "Madzhabnya adalah Ahlus-Sunnah". Ats-Tsauriy kembali bertanya : "Siapakah teman dekatnya ?". Mereka menjawab : "Orang qadariyyah". Ats-Tsauriy berkata : "Kalau begitu ia pun seorang Qadariy" [idem, 1/144].
Ibnu Baththah rahimahullah mengomentari atsar Sufyaan Ats-Tsauriy tersebut dengan perkataannya:
رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَى سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، لَقَدْ نَطَقَ بِالْحِكْمَةِ، فَصَدَقَ، وَقَالَ بِعِلْمٍ فَوَافَقَ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ، وَمَا تُوجِبُهُ الْحِكْمَةُ وَيُدْرِكُهُ الْعِيَانُ وَيَعْرِفُهُ أَهْلُ الْبَصِيرَةِ وَالْبَيَانِ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ
"Semoga Allah merahmati Sufyaan Ats-Tsauriy. Ia telah berkata dengan hikmah dan benar. Ia telah berkata berdasarkan ilmu sehingga berkesesuaian dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta berkesesuaian dengan buah hikmah, realita, dan yang diketahui oleh ahli bashiirah dan ulama. Allah 'azza wa jalla berfirman : 'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu' (QS. Aali 'Imraan : 118)" [idem].
Setelah itu Ibnu Baththah menukil atsar Al-Ashma'iy rahimahumallah yang berkata:
سَمِعْتُ بَعْضَ فُقَهَاءِ الْمَدِينَةِ، يَقُولُ: إِذَا تَلاحَمَتْ بِالْقُلُوبِ النِّسْبَةُ تَوَاصَلَتْ بِالأَبْدَانِ الصُّحْبَةُ
"Aku mendengar sebagian fuqahaa' Madiinah berkata : 'Apabila hati-hati saling bertautan dalam penisbatan, niscaya badan akan saling berhubungan dengan persahabatan" [idem].
Ibnu Baththah melanjutkan:
وَبِهَذَا جَاءَتِ السُّنَّةُ
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَحَامِلِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ الدَّوْرَقِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ هِشَامٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ بُرْقَانَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ الأَصَمِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: " الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ "
"Perkataan ini ada dalam sunnah, (yaitu) : Telah menceritakan kepada kami Abu 'Abdillah Al-Husain bin Ismaa'iil Al-Mahaamiliy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Ya'quub Ad-Dauraqiy, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Katsiir bin Hisyaam, dari Ja'far bin Burqaan, dari Yaziid bin Al-Asham, dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Ruh-ruh itu berkelompok-kelompok yang banyak. Yang cocok di antara mereka akan saling berkumpul, dan yang tidak cocok akan saling menjauh" [idem, 1/145].

Ustadz Abul Jauzaa' hafidzahullah