Header ads

Featured Post (Slider)

Menjadi Hamba Yang Merdeka

AZDI NAWAWI Rabu, 17 Agustus 2016 0

MENJADI HAMBA YANG MERDEKA
Dikisahkan bahwa seseorang pernah meminta nasehat kepada imam Syafi’i. Imam Syafi’i menjawab,
إن الله خلقك حرًّا؛ فكن كما خلقك!
“Allah telah menciptakanmu sebagai orang Merdeka, maka jadilah sebagaimana Dia telah menciptakanmu”
(Manaqib As Syafi’i karya Imam Al Baihaqi: 2/197)
Catt:
Kemerdekaan yang dimaksud oleh imam Syafi’i diatas tentunya bukan kemerdekaan dalam makna yang difahami kebanyakan orang, yaitu kebebasan tanpa batas serta jauh dari aturan-aturan syariat. Kemerdekaan yang di maksud adalah kemerdekaan dari penjajahan hawa nafsu dan penyembahan serta ketundukan kepada selain Allah.
Hamba yang merdeka adalah hamba yang hanya menghadapkan wajahnya kepada Allah semata. Kemerdekaan inilah yang akan membawa jiwa dan raganya menuju makna kemerdekaan yang digariskan Allah dalam firman-Nya:
“إياك نعبد و إياك نستعين”
“Hanya kepada-Mu Kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan” (410)
Iya.. Hanya akan mengabdi kepada Allah bukan kepada selain-Nya.
Selamanya...
Hingga datang sesuatu yang diyakini.
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (kematian).” [QS Al Hijr: 99]
MERDEKA SAMPAI MATI
_______________
Jakarta 17 Agustus 2016 M
ACT El-Gharantaly
Ustadz Aan Chandra Thalib hafidzhullaah

Saat Engkau Ada Namun Terlupakan

Azdi Ibn Muhammad Rianthoby Minggu, 07 Agustus 2016 0

KHOTIROH
“Sebagian orang hadir dalam ketiadaannya..
Sebagian lagi tiada dalam kehadirannya..
Kehadiran yang sesungguhnya adalah kehadiran hati, meski raga tak saling bersua..
Sedangkan ketiadaan adalah saat engkau ada namun terlupakan..”

Ust. ACT El-Gharantaly, حفظه الله تعالى

Twitter @IslamDiaries
Instagram @DiariesImage
Telegram Channel IslamDiaries

KAJIAN RUTIN UMMAHAAT BONTANG-KALTIM

Azdi Ibn Muhammad Rianthoby 0

KAJIAN RUTIN UMMAHAAT BONTANG

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddieq,
Pisangan, Samping Perpus Bontang.

Senin, Ustādz Hamdani Abu Ali hafidzahullāh 

⌚09.30 -10.00
📖 Fiqh 

Selasa, Ustādz Azdi Ibn Muhammad Rianthoby
⌚10.00-11.00
📖 Riyādhus Shālihīn

Rabu, 
Ustādz Erwin Abu Hamzah hafidzahullāh 
⌚10.00-11.00
📖 Fathul Majid

Kamis, Ustadzah Unun Ummu Asywāq hafidzahallāh

⌚09.00-10.00
📖 Tajwid
⌚10.00-11.00
📖 Bahasa arab

Semoga Allāh ﷻ memberi kita keistiqomahan dan memudahkan kita untuk menuntut ilmu. 
Aamīn. 

🍒Bisyr al Haafi

،لا أعلم على وجه الأرض عملا أفضل من طلب العلم

Aku tak tahu amalan yg lebih afdhal di muka bumi selain menuntut ilmu.

☞ Ajak keluarga, tetangga, dan teman-teman yg kita sayangi

🔘 "COIN FOR DAKWAH" Bagi yang memiliki uang koin yang tidak terpakai, dapat disalurkan saat kajian rutin. CP : Al Akh Wahyudi

📞Info Kajian Rutin :
081350208877 [WA Only]

www.ihyaussunnah.or.id
www.kajiansalaf.com
www.annashihah.org

 #yukdishare 
 #kajianislam 
 #kajiansunnah 
 #BontangKaltim
 #1share1kebaikan 
 #sebarkan

Barakallāhu fiykum

Jangan Putus Asa Berdoa

Azdi Ibn Muhammad Rianthoby Jumat, 05 Agustus 2016 0

Al-Imam Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

لا يمنعنّك سوء ظنك بنفسك، وكثرة ذنوبك أن تدعو ربك فإنه أجاب دعاء إبليس حين قال : رب فأنظرني إلى يوم يبعثون ؛ قال إنك من المنظرين

"Janganlah prasangka burukmu terhadap dirimu dan banyaknya dosa-dosamu menghalangimu untuk berdoa kepada Rabbmu, karena sesungguhnya Dia telah mengabulkan doa iblis tatkala ia berdoa: Wahai Rabbku tangguhkanlah kematianku sampai hari kebangkitan. Allah menjawab: Kamu termasuk yang ditangguhkan." (Al-A'rof: 15)

[Fathul Bari, 11/168]

══════ ❁✿❁ ══════


Ustādz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizahullāh.
Diambil dari laman Facebooknya

Dan Umar Pun Menangis

Azdi Ibn Muhammad Rianthoby 0



Siapa yang tak mengenal Umar Ibnul Khatthab –radhiallahu’anhu-. Sosok yang memiliki tubuh kekar, watak yang keras, disiplin yang tinggi serta tak kenal gentar. Namun di balik sifat tegasnya tersebut tersimpan hati yang dibalut kelembutan
Suatu hari beliau masuk menemui Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam– di dalam rumahnya, sebuah ruangan yang lebih layak disebut bilik kecil disisi masjid Nabawi. Di dalam bilik sederhana itu, beliau mendapati Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam– sedang tidur di atas tikar kasar hingga gurat-gurat tikar itu membekas di tubuh beliau.
Spontan keadaan ini membuat Umar menitikkan air mata karena merasa iba dengan kondisi Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-
“Mengapa engkau menangis wahai Umar?” tanya Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-
“Bagaimana saya tidak menangis, Kisra dan Kaisar duduk di atas singgasana bertatakan emas, sementara tikar ini telah meninggalkan bekas di tubuhmu wahai Pesuruh Allah. Padahal engkau adalah kekasih-Nya,” jawab Umar.
Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam kemudian menghibur Umar, beliau bersabda: “Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang juga, dan tak lama lagi akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat…? “.
Beliau shallallahu alaihi wasallam melanjutkan lagi, “Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian di bawah terik panas, dia berlindung sejenak di bawah pohon, lalu pergi meninggalkannya“.
Begitulah sahabat…
Tangisan Umar adalah tangisan yang lahir dari keimanan yang dilandasi tulusnya rasa cinta kepada Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam-. Apa yang dilihatnya membuat sisi kemanusiaannya terhentak dan mengalirkan perasaan gundah dan iba, sikap yang manusiawi memang. Reaksinya seolah memberi arti bahwa semestinya orang-orang kafir yang berusaha menghalangi kebenaran dengan segala daya dan upaya, memadamkam cahaya iman, dan menyebarkan keculasan dan keburukan, mereka itulah yang semestinya tak menikmati karunia Allah. Sebaliknya, Rasulullahshallallahu alaihi wasallam yang telah membimbing umat manusia dari kegelapan menuju cahaya Islamlah yang semestinya mendapat kesenangan dunia yang layak. Begitulah kira-kira tafsiran dari tangis seorang Umar.
Tangisan Umar juga memberi arti lain, bahwa betapa tidak mudah bagi sisi-sisi manusiawi setiap orang bahkan bagi Umar sekalipun, untuk menerima ganjilnya “pemihakan” dunia kepada orang-orang bejat. Namun sekejap gundah dan tangisnya berubah menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman sesudahnya. Yaitu apabila kita mengukur hidup ini dengan timbangan duniawi, maka terlalu banyak kenyataan hidup yang dapat menyesakkan dada kita.
Lihatlah bagaimana orang-orang yang benar justru diinjak dan dihinakan. Sebaliknya, para penjahat dan manusia-manusia bejat dipuja dengan segala simbol penghargaan. Tak perlu heran, karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mengabarkan akan masa-masa sulit itu. Masa dimana orang-orang benar didustakan dan orang-orang dusta dibenarkan.
Tangis Umar juga mengajari kita bahwa dalam menyikapi gemerlapnya dunia, kita tidak boleh hanya menggunakan sisi-sisi manusiawi semata, dibutuhkan mata hati bukan sekedar mata kepala. Dibutuhkan ketajaman iman, dan bukan semata kalkulasi duniawi.
Dan semua itu tercermin dalam jawaban Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam– kepada Umar. Beliau memberi gambaran yang membuat sesuatu yang secara lahiriah aneh dan ganjil bisa jadi secara substansial benar-benar adil. Bagaimana sesuatu yang yang secara kasat mata terlihat pahit, menjadi benih-benih bagi akhir yang manis dan membahagiakan.
Jawaban Rasulullah juga memberi pesan agar orang beriman jangan sampai mudah silau dan terpukau dengan gemerlapnya dunia yang dimiliki oleh orang kafir. Karena setiap mukmin punya pengharapan lain yang jauh lebih tinggi, yaitu kebahagiaan abadi di akhirat, pada keaslian kampung halaman yang sedang dituju.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad, dll, lihat Shahihul Jami’ no. 561).
Wallahu a'lam
______________
Sekilas tentang biografi Umar Bin Khottab -radhiallahu anhu-
Nama beliau adalah Umar bin Khattab bin Nafiel bin Abdul Uzza atau lebih dikenal dengan Umar bin Khattab . Beliau mempunyai postur tubuh yang tegap dan kuat, wataknya keras, berani, dan berdisiplin tinggi. Dimasa remajanya ia dikenal sebagai petarung yang tangguh dan disegani oleh penduduk Makkah. Tidak hanya itu, tutur bahasanya halus dan bicaranya fasih. Kelebihan-kelebihan yang dimilikinya itu mengantarkan Umar terpilih menjadi wakil kabilahnya. Beliau selalu diberi kepercayaan dalam melakukan perundingan dengan suku-suku lain di jazirah Arab. Keunggulannya berdiplomasi mem-buatnya populer di kalangan berbagai suku Arab.
Karena keunggulannya itu Nabi shallalahu alaihi wasallam pernah meminta kepada Allah, “Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang. Amr bin Hisyam atau Umar bin Khaththab”. Allah pun meperkenankan do’a nabi-Nya dengan masuk Islamnya Umar.
Banyak prestasi yang berhasil diraihnya selama menjabat sebagai khalifah Islam. Dimasa kekhalifaannya Mesopotamia, Mesir, Palestina, Afrika Utara dan Byzantium berhasil di ambil alih. Persia sebagai negara adidaya kedua setelah romawi pun berhasil ditaklukkan, itulah rahasia mengapa Syiah Majusi sangat membencinya.
Selama menjabat sebagai kholifah beliau membuat peraturan untuk para gubernurnya. Diantaranya adalah:
* Mereka tidak boleh memiliki kendaraan mewah
* Mereka dilarang memakai pakaian tipis halus dan mahal harganya
* Dilarang makan makanan yang enak-enak
*Tidak boleh menutup rumah bila masyarakat sedang membutuhkannya.
Beliau wafat pada tahun ke 23 H setelah ditikam oleh Abu lu’lu’ah Al Majusy alahi minallahi ma yastahik. Di makamkan disamping dua sahabatnya Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam– dan Abu Bakar As -Shiddiq –radhiallahu anhu–
Rahimakallahu ya Umar…. wa radhiallahu anka..
Demikian semoga bermanfaat.
Catt: Kisra adalah gelar bagi penguasa Persia. Sedangkan kaisar adalah gelar bagi raja Romawi. Saat itu keduanya merupakan pemimpin yang sangat berpengaruh di dunia.
__________________
Salemba 1 Dzulqa’dah 1434 H
ACT El-Gharantaly
Diambil dari laman FB Ustādz Aan Chandra Thalib hafizahullāh.

Antara Marah Dan Senang

Azdi Ibn Muhammad Rianthoby Selasa, 12 Juli 2016 0

#Antara Marah & Senang#

Ibnul Qayyim berkata : sebagian salaf berkata, "Orang yang adil adalah orang yang ketika marah tak membuatnya terjerumus dalam kebatilan, dan ketika senang tak membuatnya keluar dari kebenaran" (Bada'i-ut Tafsiir : 1/301)

[Dr Ahmad Isa al Mu'sharawi - Twit Ulama]
_________________________
📲 Daftar Broadcast "Indonesia Bertauhid" (@indonesiatauhid)

Twitter&instagram: @indonesiatauhid
WhatsApp: 0896-3833-9555
BBM: D0842CB0
Line: http://bit.ly/AkunLineIB
Telegram: @itauhid 

Sebab-Sebab Pelemah Iman

Azdi Ibn Muhammad Rianthoby Kamis, 30 Juni 2016 0

Iman seseorang fluktuatif. Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin hafidzahullah
menyampaikan bahwa di antara faktor penyebab turunnya iman.
Pertama, bodoh tentang ilmu agama.
Kedua, hati yang lalai.
Ketiga, mengerjakan maksiat.
Keempat, mengikuti hawa nafsu.
Kelima, mengikuti bujukan syaitan.
Keenam, berlebihan dengan urusan dunia.
Ketujuh, teman yang jelek.
(Asbab Ziyadah Al Iman wa Nuqshanihi, hal 77-105)
Semoga اَللّهُ سبحانه وتعالى memberi kita hidayah taufiq dan kekuatan iman, agar kita istiqomah diatas ketaatan.
Aamiin ya Robbal 'alamin...
-------
Via BC BBM An-Nasihah