Ummu Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.
Adab dan Akhlak | Aqidah Salaf | Do'a dan Wirid | Download Kajian Salaf | Ekonomi Islam | Fatawa Ulama | Fikih Ibadah | Fikih Muamalah | Fikih Umum | Hadits | Info Kajian Salaf | Manhaj salaf | motivasi | Muslimah | Permata Hati | Sirah dan Biografi | Tafsir Al-Qur'an | Tanya Jawab | Tazkiyatun Nufus | Tips Muslim | Untaian Nasehat | Video Kajian Salaf |
Jangan lupa , ikuti atau sebarkan info dakwah ini, agar bermanfaat bagi yang membutuhkannya. Ayo ikuti Daurah Bahasa Arab dan Aqidah di gresik, tepatnya di Pondok pesantren AL FURQON AL ISLAMI , Srowo-Sidayu-Gresik. Pelaksanaannya insyaAllah mulai 19 rojab 1433 – 12 Sya’ban 1433 / 09 Juni – 02 Juli 2012 (selama 25 hari).
Al-khilaf (perselisihan pendapat) di antara manusia adalah perkara yang sangat mungkin terjadi. Yang demikian karena kemampuan, pemahaman, wawasan dan keinginan mereka berbeda-beda. Namun perselisihan masih dalam batas wajar manakala muncul karena sebab yang masuk akal, yang bukan bersumber dari hawa nafsu atau fanatik buta dengan sebuah pendapat.
Perhatikanlah rambu-rambu dalam menyikapi perbedaan pendapat di antara ulama Ahlus Sunnah seperti diuraikan pada tulisan di bawah ini.
Imam Muslim dalam Shahihnya membawa sebuah atsar dari Yahya bin Abi Katsir,
لاَ يُسْتَطَاعُ العِلْمِ بِرَاحَةِ الْجِسْمِ
“Tidaklah didapatkan ilmu dengan jasad yang santai.”
Maka ini seolah-olah menjadi sebuah kaidah bahwa barangsiapa yang menginginkan untuk Allah Azza wajalla memberikan kepadanya ilmu agama hendaknya ia tidak bersantai diri, karena semua membutuhkan perjuangan.
Alhamdulillah ada tambahan lagi rekaman kajian salaf yang cukup bagus untuk didengar dan diambil faedahnya, yaitu rekaman kajian muhadharah bersama syaikh muhammad Sa’id Al-Adeni hafidahullah ta’ala. Rekaman ini direkam saat beliau sedang safari dakwah di Bontang Kalimantan Timur. Beliau adalah murid Syaikh Muqbil dan Syaikh Abul Hasan As-Sulaimany dan saat ini adalah pimpinan Darul Hadits di propinsi Ib Yaman.
Sesungguhnya di antara hikmah diutusnya seluruh para rasul, termasuk Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah untuk memperingatkan kaumnya dari kemusyrikan dan mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah semata. Bagaimana dengan orang-orang yang terlanjur terjerumus ke dalam kesyirikan? Apakah dosa syirik yang dilakukan oleh seorang muslim tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ? Meskipun muslim itu bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi?
Tidak setiap yang mendambakan surga, kelak akan mendapatkannya; karena surga memiliki kunci untuk memasukinya; barang siapa yang berhasil meraihnya di dunia; niscaya ia akan merasakan manisnya kenikmatan surga kelak di akhirat, sebaliknya barang siapa yang gagal merengkuhnya; maka ia akan tenggelam dalam kesengsaraan siksaan neraka.
Sesungguhnya di antara hikmah diutusnya seluruh para rasul, termasuk Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah untuk memperingatkan kaumnya dari kemusyrikan dan mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah semata. Bagaimana dengan orang-orang yang terlanjur terjerumus ke dalam kesyirikan? Apakah dosa syirik yang dilakukan oleh seorang muslim tidak akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ? Meskipun muslim itu bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi?
Ada sebagian orang melakukan berbagai perbuatan dengan anggapan bahwa perbuatan tersebut termasuk dalam kategori zuhud. Padahal hanya merupakan tipu daya Iblis. Apakah zuhud itu dengan meninggalkan harta dan keluarga, kemudian menyiksa diri dengan begadang dan kelaparan, menyepi di kamar-kamar yang gelap dan membisu dengan tanpa sebab?. Atau dengan meninggalkan dunia dan hidup miskin?. Atau dengan hidup tanpa pernikahan alias membujang?
Setelah kita merenungi tahapan-tahapan perjalanan besar menuju akhirat, marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri: sudahkah kita mempersiapkan bekal yang cukup supaya selamat dalam perjalanan tersebut? Kalau jawabannya: belum; maka jangan putus asa, masih ada waktu untuk berbenah diri dan memperbaiki segala kekurangan kita –dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala–. Caranya, bersegeralah untuk kembali dan bertobat kepada Allah, serta memperbanyak amal shalih pada sisa umur kita yang masih ada. Dan semua itu akan mudah bagi orang yang Allah berikan taufik dan kemudahan baginya.
ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا ۖ وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ
(17 : سبأ)
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
( QS 34 (SABA): 17 )
اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ
“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia diciptakan karena-nya”.
HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baghawi dan lihat Mukhtashar Syamaailit Tirmidzi, oleh Al-Albani, hal: 47.